Persiapan Pengolahan Makanan : Menunjukkan Alur Kerja Persiapan Pengolahan

Dapur yang ideal memenuhi beberapa persyaratan, antara lain: 

  1. Cukup ventilasi : Pertukaran udara segar sangat penting di dapur agar sisa pembakaran di dapur dapat keluar dengan sempurna.
  2. Penerangan : Dapur harus cukup sinar matahari, dapur yang lembab dan gelap akan menimbulkan bau, mempercepat kuman-kuman berkembang dan menjadi sarang binatang, seperti kecoa, tikus
  3. Lantai dan dinding : Lantai sebaiknya bertanggul supaya mudah membersihkannya dan dinding bercat putih supaya terlihat bersih dan terang atau berwarna hijau muda karena warna ini tidak disukai lalat.

Faktor lingkungan penyebab kecelakaan :
  1. Kesalahan rancang bangun
  2. Letak peralatan dapur yang tidak teratur
  3. Lampu penerangan yang kurang terang Peralatan dapur tanpa tindakan pengamanan 
Faktor manusia penyebab kecelakaan dalam operasional peralatan :
  1. Sikap tergesa-gesa
  2. Kebingungan 
  3. Khilaf
Fungsi Dapur
Untuk mengolah makanan yang setiap pekerjaannya tidak terlepas dari api dengan sendirinya dapur haruslah bersih dan higienis karena makanan berhubungan langsung dengan keselamatan dan kesehatan tubuh.
Kecelakaan kerja dapat digolongan menjadi beberapa jenis :
  1. Terjatuh (fall), 
  2. Terluka benda tajam (cut)
  3. Luka bakar (burn dan scald)
  4. Ledakan gas (exsplotion)
  5. Kecelakaan listrik (electric)
  6. Kecelakaan bahan kimia (chemical)
Pengertian Dapur adalah : Tempat untuk meletakkan peralatan yang berupa : perapian, alat-alat pengolahan, alat bantu pengolahan, serta alat hidang dan perlengkapan dapur ada juga yang dilengkapi dengan sink.
Penggunaan dapur perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Setelah dipakai, dapur harus dibersihkan secara teratur.
  2. Bak cuci harus bersih dari sisa kotoran
  3. Saluran air di dapur tidak boleh tergenang
  4. Tempat sampah harus tertutup dan selalu dikosongkan/ dicuci setiap hari.
Pengolahan makanan/ memasak (cooking) adalah suatu proses penerapan panas dari bahan mentah menjadi matang dengan tujuan tertentu.
Perambatan panas kedalam bahan makanan yang diolah ada tiga cara, yaitu :
  1. Konduksi (conduction)/ merambat, yaitu perambatan panas melalui sentuhan langsung pada bahan makanan yang diolah, misalnya membakar
  2. Konveksi (convection), yaitu perambatan panas melalui sirkulasi atau perputaran zat cair, misalnya merebus, menggoreng, mengukus
  3. Radiasi, yaitu rambatan panas melalui pancaran panas langsung dari satu sumber kebenda atau bahan makanan yang dimasak, misalnya memasak menggunakan microwave.
Tujuan masing-masing komponen dalam pakaian kerja adalah :
  1. Topi (hat) : menjaga rambut yang rontok tidak jatuh kemakanan dan juga untuk menghisap keringat yang timbul dikepala,
  2. Syal leher (necktie) : untuk menghisap keringat yang timbul dibagian leher tidak jatuh dimakanan
  3. Baju kemeja lengan panjang dengan dada berlapis dua (double breasted) : untuk melindungi lengan dari percikan bahan panas dan melindungi dada dari pengaruh panas dan dingin.
  4. Celemek(apron) : untuk melindungi bagian kaki dan badan bagian bawah dari percikan bahan panas dan menjaga pakaian bawah/ celana tidak cepat kotor.
  5. Celana panjang : untuk melindungi kaki dan badan bagian bawah lainnya dari pengaruh panas.
  6. Sepatu bertumit rendah : untuk melindungi kaki dari panas dan benda tajam, alas bersol karet agar tidak terpeleset/ licin dan tidak mudah capek.
Tujuan Pengolahan Makanan adalah :
  1. Membuat makanan mudah dicerna
  2. Makanan aman untuk dimakan
  3. Meningkatkan rasa
  4. Meningkatkan penampilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *